Rabu, 30 Januari 2013

0 Skripsi S1 Judul PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA LULUSAN SMP DAN TSANAWIYAH PADA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK DI MADRASAH ALIYAH


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Bab XIII, pasal 31 ayat 2 yang berbunyi: 
“Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pengajaran Nasional yang diatur Undang-Undang Dasar. Selanjutnya pada pelaksanaan operasional kita mengenal ada sistem yang umum diterapkan pada pola  pendidikan Nasional sekolah umum (SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi Umum) yang dikelola oleh Departemen  Pendidikan dan Kebudayaan. Dan sistem pendidikan agama/madrasah (Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah, dan Perguruan Tinggi Agama) yang di bawah Departemen Agama, sebagaimana terdapat dalam Undang-Undang No. 4 tahun 1950, Undang-Undang No.12 tahun 1945 dan Peraturan Presiden No.11 tahun 1960 dan No. 27 tahun 1960. Undang-Undang No.5 tahun 1969 yang mengandung norma-norma tentang pendidikan yang berdasarkan keagamaan dikelola oleh Departemen Agama.1

Lebih lanjut diperjelas dalam peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar pada BAB VI, pengelolaan pasal 10 ayat  (1 dan 2) yang berbunyi:
1. Tanggung jawab atas pengelolaan madrasah dilimpahkan oleh Presiden kepada Menteri Agama.
2. Pengelolaan, pendatagunaan dan pengembangan tenaga kependidikan, kurikulum, buku pelajaran dan peralatan pendidikan dari satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Departemen Agama diatur Menteri Agama setelah mendengar pertimbangan menteri.2 

Keberadaan lembaga pendidikan yang dikelola oleh kedua departemen tersebut jenjang tingkat pendidikannya mempunyai status yang sama. Kesemuanya merupakan realisasi dari surat keputusan bersama 3 (tiga) menteri, atau yang lebih sering disebut SKB 3 menteri, yaitu Menteri Agama, Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Menteri Dalam Negeri. Sebagai pelaksanaan keputusan Presiden Nomor 15 tahun 1974, serta petunjuk dalam sidang kabinet terbatas pada tanggal 24 Nopember 1974, yang menetapkan bahwa mata pelajaran umum di madrasah mencapai tingkat yang sama dengan tingkat mata pelajaran umum di sekolah umum yang setingkat sehingga:
1. Ijazah madrasah dapat mempunyai nilai yang sama dengan ijazah sekolah umum yang setingkat
2. Lulusan madrasah dapat melanjutkan kesekolah umum yang setingkat lebih atas
3. Siswa madrasah dapat berpindah kesekolah umum yang setingkat.3

Sesuai dengan ketentuan ini maka tidak menjadi hambatan bagi siswa-i yang berasal dari madrasah untuk memilih melanjutkan pendidikannya atau pindah ke sekolah umum yang dikelola Departemen Pendidikan Nasional. Demikian pula sebaliknya siswa-i dari sekolah umum dapat saja melanjutkan pendidikannya atau pindah ke Sekolah Agama. Masalah ini diperjelas lagi dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.2 tahun 1989, dimana UUSPN tersebut telah memberikan kondisi dan membentuk iklim: Dualisme sistem pendidikan agama dan pendidikan umum di Indonesia dengan mendudukkan jenis-jenis pendidikan yang ada itu sebagai subsistem dan bagian integral dari sistem pendidikan Nasional.
Pada dasarnya materi yang disampaikan Madrasah Aliyah merupakan pengembangan dari materi pada jenjang pendidikan sebelumnya, khususnya Madrasah Tsanawiyah. Secara garis besar kita ketahui bahwa materi agama Islam yang diterima oleh lulusan Madrasah Tsanawiyah sama dengan lulusan Sekolah Menengah Pertama.
Tetapi secara spesifik ada mata pelajaran yang dipelajari secara mutlak pada sekolah yang umum tetapi hanya dipelajari pada Madrasah Tsanawiyah saja, seperti mata pelajaran Aqidah Akhlak. Mata pelajaran ini hanya dipelajari pada madrasah saja, sehingga siswa yang berasal dari SMP harus lebih giat lagi belajar agar dapat menguasai materi pelajaran Aqidah Akhlak tersebut. Sedangkan siswa yang berasal dari Madrasah Tsanawiyah hanya tinggal mengulang dan memperdalamnya saja. Dengan demikian sudah tentu prestasi belajar atau hasil belajar antara siswa yang berasal dari SMP dan siswa yang berasal dari Madrasah Tsanawiyah berbeda pada mata pelajaran tesebut. 
Berdasarkan hal tersebut diatas peneliti merasa tertarik untuk menelitinya dalam suatu penelitian ilmiah dengan mengambil judul “PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA LULUSAN SMP DAN TSANAWIYAH PADA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK DI MADRASAH .....


B. Identifikasi Masalah
Di bawah ini penulis mencoba membuat klasifikasi terhadap masalah-masalah yang teridentifikasi. Adapun sebahagian masalah - masalah yang terindentifikasi dalam penelitian yang akan penulis laksanakan adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana hasil belajar siswa berdasarkan latar belakang lulusan sekolah sebelumnya ?.
2. Bagaimana kemampuan guru dalam menyampaikan pengajaran bidang studi Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah .......?
3. Bagaimana minat siswa ........dalam mempelajari bidang studi Aqidah Ahklak ?
4. Berapakah jumlah jam pelajaran bidang studi Aqidah Ahklak pada ........?
5. Bagaimana latar belakang pendidikan guru bidang studi Aqidah Ahklak di .......?

C. Pembatasan Masalah
Oleh karena keterbatasan waktu, tempat dan dana, maka penulis hanya membatasi objek penelitian pada Prestasi Belajar Siswa Dengan Latar Belakang Pendidikan SMP (X1) Dan Prestasi Belajar Siswa Dengan Latar Belakang Pendidikan Tsanawiyah (X2), Pada Bidang Studi Aqidah Akhlak (Y1), Di Madrasah ......... Penilaian dilakukan berdasarkan hasil raport dalam semester.

D. Perumusan Masalah                                    
Bertitik tolak dari masalah uraian terdahulu mengenai masalah di atas, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah:
1. Bagaimana prestasi belajar siswa Madrasah Aliyah .......pada bidang studi Aqidah Akhlak yang latar belakang Tsanawiyah?
2. Bagaimanakah prestasi belajar siswa ........ pada bidang studi Aqidah Akhlak yang latar belakang SMP?
3. Bagaimana perbedaan prestasi siswa ......... yang berlatar belakang Pendidikan Tsanawiyah dan Prestasi Siswa ....... yang berlatar belakang pendidikan SMP pada bidang studi Aqidah Akhlak?

E. Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan masalah dalam penelitian ini berdasarkan rumusan masalah di atas adalah:
1. Untuk mengetahui prestasi belajar siswa Madrasah Aliyah Al-Mujahidin Dusun Bhakti Kecamatan Bagan Sinembah pada bidang studi Aqidah Akhlak yang latar belakang Tsanawiyah.
2. Untuk mengetahui prestasi belajar siswa Madrasah Aliyah Al-Mujahidin Dusun Bhakti Kecamatan Bagan Sinembah pada bidang studi Aqidah Akhlak yang latar belakang SMP.
3. Untuk mengetahui perbedaan prestasi siswa Madrasah Aliyah Al-Mujahidin yang berlatar belakang Pendidikan Tsanawiyah dan Prestasi Siswa Madrasah Aliyah Al-Mujahidin yang berlatar belakang pendidikan SMP pada bidang studi Aqidah Akhlak

F. Kegunaan Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna : 
1. Sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi guru serta kepala sekolah Madrasah Aliyah ......... tentang pentingnya melaksanakan pendidikan khususnya terhadap prestasi belajar siswa dari latar belakang pendidikan siswa masing-masing terhadap pelajaran Akidah Akhlak di sekolah.
2. Sebagai bahan masukan bagi pihak sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan, khususnya bidang studi agama.
3. Sebagai bahan informasi dan juga bahan perbandingan bagi para peneliti lain yang berminat untuk meneliti permasalahan yang sama di lokasi yang berbeda.
4. Bagi peneliti sendiri juga berguna untuk memenuhi syarat dalam melengkapi tugas untuk mencapai gelar sarjana S-1 dalam Ilmu Tarbiyah pada ....... Di samping sebagai wujud pengabdian penulis terhadap masyarakat serta bentuk nyata dari penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi. 


Catatan kaki..
1 Hadari Nawawi, Perundang-Undangan Pendidikan, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1983), hlm 91.
2 Tim Penyusun Undang-undang System Pendidikan Nasional (UU RI no.2 tahun 1992) (Jakarta: Sinar Grafika, 1992) hlm.67
3 Zuhri, Pengorganisasian dan Pengembangan Kurikulum, (Jakarta : Dermaga, 1989), hlm, 57-58


0 komentar:

Poskan Komentar