Jumat, 13 Juli 2012

0 Makalah Turki Usmani

Sinopsis Makalah Turki Usmani

Turki Usmani

PENDAHULUAN
Pembahasan tentang republik Turki sekuler ini adalah pembahasan yang panjang dan kompleks dengan berbagai dinamika yang telah dilewatinya. Makalah ini mencoba untuk melihat bagaimana Turki melewati berbagai dinamika tersebut. Berawal dari kekalahan-kekalahan perang yang dialami kerajaan Usmani vis a vis berhadapan dengan Eropa, pembaruan-pembaruan yang dilakukan dalam mengimbangi kekuatan-kekuatan Eropa, proses pem-Barat-an dan sekularisasi, terbentuknya negara Turki yang sekular, hingga akhirnya timbulnya kesadaran Turki untuk kembali ke dalam ajaran Islam. Semuanya akan coba diuraikan dalam keterbatasan makalah ini.
Mengingat begitu banyak ragamnya persoalan dan tema-tema berkaitan dengan terbentuknya Republik Turki sekuler yang memiliki sejarah panjang, maka makalah sederhana ini tidak bisa memberikan gambaran yang lengkap mengenai berjalannya proses tersebut. Penulis hanya dapat memberikan deskripsi umum dan berusaha untuk tidak meninggalkan persoalan-persoalan penting berkaitan dengan tema yang dibahas. Semoga makalah ini dapat memberikan penjelasan yang baik berkaitan dengan negara sekuler Turki dan kembali ke Islam. Amin

PEMBARUAN DI KERAJAAN TURKI USMANI
Secara historis, pada masa-masa  kejayaan umat Islam khususnya di masa Kerajaan Usmani, perasaan “kecukupan” (sufficiency) kaum Muslim terhadap Islam begitu tinggi, sehingga membawa mereka pada sikap lalai dalam mencermati perkembangan dan dinamika masyarakat non-Muslim, dalam hal ini adalah Eropa. Kaum Muslim merasa tidak perlu mengamati—apalagi belajar—dari kaum kafir, karena Islam diyakini memadai untuk menjawab tantangan orang-orang kafir tersebut.
Tetapi kekalahan-kekalahan militer dan politik memaksa kaum Muslim, khususnya para penguasa-penguasa Usmani untuk memeriksa kembali pandangan-pandangan mereka. Kekalahan-kekalahan militer Turki Usmani yang dikunci dengan perjanjian Carlowitz 1699 membuat kaum Muslim berada dalam posisi yang semakin defensif. Perjanjian tersebut membuat kerajaan Usmani terpaksa menyerahkan Hongaria kepada Austria, daerah Podolia kepada Polandia dan Azov kepada Rusia.
Kekalahan-kekalahan ini mendorong raja-raja Usmani untuk menyelidiki sebab-sebab kekalahan meraka dan rahasia keunggulan lawan. Mereka mulai memperhatikan kemajuan Eropa, terutama kemajuan di Perancis, sebagai negara yang terkemuka di waktu itu. Eropa mulai mempunyai arti penting bagi pemuka-pemuka Usmani. Orang-orang Eropa yang selama ini dipandang sebagai kafir dan rendah, mulai dihargai. Duta-duta pun mulai dikirim ke Eropa untuk mempelajari suasana kemajuan di sana dari dekat.

Ingin  makalah ini silahkan klik di SINI
 
Kata Kunci Blog ini = Kumpulan Tesis dan makalah, Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri

0 komentar:

Poskan Komentar