Sabtu, 07 Juli 2012

0 Makalah Sejarah Penyusunan Al-Qur'an dan Keotentikannya

Sinopsis Makalah Sejarah Penyusunan Al-Qur'an dan Keotentikannya

Sejarah Penyusunan Al-Qur'an dan Keotentikannya

A. Pendahuluan.
Ummat muslim selalu mengklaim bahwa kitab yang mereka miliki merupakan kitab yang terjaga keasliannya dari sejak diturunkan hingga masa sekarang ini. Klaim ini kemudian dibarengi dengan anggapan bahwa otensitas kitab yang demikian tersebut tidak dimiliki oleh kitab suci lainnya seperti Injil.
Sayangnya, klaim-klaim yang demikian sering hanya dibuktikan dengan dalil-dalil dari Alquran maupun hadis yang tentu saja tidak diperceyai oleh ummat non-muslim. Untuk dapat membuktikan orisinalitas Alquran, kaum muslimin seharusnya tidak boleh hanya menggunakan bukti-bukti berupa ayat, namun fakta-fakta historis yang tidak bisa dipungkiri oleh ummat lain.
Makalah ini akan menguraikan tentang sejarah turun Alquran dan keotentikannya berdasarkan bukati-bukti historis yang diperkuat dengan dalil-dalil Alquran.
                                    
B. Keaslian Alquran dan Sejarah Turunnya.
Keaslian yang  tak  dapat  disangsikan  lagi  telah  memberi kepada Alquran suatu kedudukan istimewa di antara kitab-kitab Suci, kedudukan itu khusus bagi Quran,  dan tidak  dibarengi oleh  kitab-kitab lain.
Perbedaan-perbedaan  yang memisahkan wahyu terakhir daripada kedua wahyu sebelumnya, pada pokoknya tidak  terletak  dalam "waktu   turunnya"   seperti  yang  sering  ditekankan  oleh beberapa pengarang yang  tidak  memperhatikan  hal-hal  yang terjadi  sebelum  kitab  suci  Yahudi Kristen dibukukan, dan hal-hal yang terjadi sebelum pembukuan Alquran,  mereka  juga  tidak  memperhatikan  bagaimana Alquran itu diwahyukan kepada Nabi Muhammad.
 Selain  daripada  itu  kita  harus membedakan antara Alquran, Wahyu tertulis,  daripada  Hadits  jami'  kumpulan  riwayat, tentang  perbuatan  dan  kata-kata  Nabi  Muhammad. Beberapa sahabat Nabi telah mulai mengumpulkannya segera setelah Nabi Muhammad   wafat.    Dalam   hal  ini,  dapat  saja  terjadi kesalahan-kesalahan yang bersifat  kemanusiaan  karena  para penghimpun  Hadits adalah manusia-manusia biasa; akan tetapi kumpulan-kumpulan mereka itu kemudian disoroti dengan  tajam oleh  kritik  yang sangat serius, sehingga dalam prakteknya, orang lebih percaya kepada dokumen yang  dikumpulkan  orang, lama setelah Nabi Muhammad wafat.  

Ingin  makalah ini silahkan klik di SINI
 
Kata Kunci Blog ini = Kumpulan Tesis dan makalah, Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri

0 komentar:

Poskan Komentar