Sabtu, 14 Juli 2012

0 Makalah Politik Islam di Indonesia: Masyumi dan Perjuangan Islam Sebagai Dasar Negara

Sinopsis Makalah Politik Islam di Indonesia: Masyumi dan Perjuangan Islam Sebagai Dasar Negara

Politik Islam di Indonesia: Masyumi dan Perjuangan Islam Sebagai Dasar Negara

A. Pendahuluan.
Politik dalam pengetahuan modern dapat dihubungkan dengan pelaksanaan kekuasaan dalam masyarakat atau negara. Kekuasaan kenegaraan itu menjadi topik yang sangat menonjol dalam islam, sebagaimana dapat diperhatikan dalam Alquran. Namun ditegaskan oleh Allah swt. Dalam bentuk yang tidak dapat diragukan lagi, bahwa kekuasaan itu pada intinya adalah milik Allah swt.
Ada orang yang berpendapat bahwa apa yang dijabarkan oleh Ibnu Khaldun dalam bukunya pada dasarnya dapat disebulkan dalam sebuah ayat Alquran saja. Ayat itu adalah ayat yang mengatakan bahwa kejatuhan sebuah bangsa  disebabkan karena kaum elitnya bermewah-mewah dan tidak memperhatikan masyarakatnya.
Kajian masalah politik sangat menarik karena ia merupakan bagian kehidupan manusia yang tidak dapat dipisahkan, dimana politik merupakan wacana bagaimana cara memiliki dunia dalam konteks menyeluruh, baik pribadi, masyarakat, berbangsa dan bernegara.
Dalam sejarah perkembangan politik Indonesia, Islam telah mengambil peran yang sangat signifikan hingga sekarang. Hal ini dapat dipahami karena kebanyakan pejuang-pejuan Indonesia adalah muslim. Islam sebagai dasar negara juga bukan hanya sebatas wacana, Islam sempat diajukan sebagai dasar negara Indonesia hingga akhirnya dikalahkan oleh Pancasila.
Makalah ini akan mencoba menguraikan tentang Masyumi sebagai salah satu wadah berkembangnya nilai-nilai politik Islam di Indonesia dan perjuangan Islam sebagai dasar negara.

B. Selayang Pandang hubungan Umat Islam dan Politik di Indonesia
 Ada sketsa yang menarik yang diungkapkan oleh Kuntowijoyo  dalam upaya untuk menggambarkan keberadaan umat Islam dalam dunia perpolitikan di indonesia sejak pasca Kemerdekaan. Kuntowijoyo menggunakan gambaran musim dalam dunia pertanian dan membaginya dengan dua musim yakni musim menanam (kira-kira antara 1945-1950) dan musim menuai (sesudah tahun 1950). Meskipun pembagian ini bagi saya terlalu merelatifkan namun menarik untuk diperhatikan bahwa pembagian ini terkandung maksud dan harapan dari umat Islam dalam berpolitik.

Ingin  makalah ini silahkan klik di SINI
 
Kata Kunci Blog ini = Kumpulan Tesis dan makalah, Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri

0 komentar:

Poskan Komentar