Jumat, 13 Juli 2012

0 Makalah MAQAMAT DAN AHWAL

Sinopsis Makalah MAQAMAT DAN AHWAL

MAQAMAT DAN AHWAL

A.    PENDAHULUAN
    Tujuan akhir  dari perjalanan sufi adalah untuk mengenal dan berada sedekat mungkin dengan Allah dan sekaligus disana akan diperoleh kebahagiaan yang hakiki. Jalan yang harus ditempuh agar bisa sampai disana, menurut Al-Ghazali, disamping harus mengamalkan seluruh ajaran syariat, juga harus menempuh jalan panjang yang berjenjang atau al-maqamat.
    Dikalangan sufi orang pertama yang membahas masalah al-maqamat barangkali adalah Haris Ibnu Asad al-Muhasibi (w. 243 H). Ia digelari al-Muhasibi karena kegemarannya melakukan muhassabah atau intropeksi diri. Menurutnya, perhitungan dan perbandingan terletak diantara keimanan dan kekafiran, antara kejujuran dan kekhianatan, antara tauhid dan syirik serta antara ikhlas dan riya. Hampir satu angkatan dengannya muncul al-Surri al-saqathi (w.257 H) dengan pendapatnya, ada empat hal yang harus ada dalam kalbu seseorang, yaitu rasa takut hanya kepada Allah, rasa harap hanya kepada Allah, rasa cinta hanya kepada Allah dan rasa akrab hanya kepada Allah. Kemudian tampil pula Abu Sid al-Kharraz (w. 277 H) dengan formasi lengkap serial dan fase perjalanan sufi.
    Siapapun yang pertama menyusun al-maqamat tidaklah dipermasalahkan, tetapi yang pasti adalah bahwa sejak abad tiga hijriah setiap orang yang ingin mencapai tujuan tasawuf atau ingin menjadi sufi, ia harus menempuh jalan yang berat dan panjang, melakukan berbagai macam latihan amalan, baik yang bersifat amalan lahiriah maupun amalan bathiniyah. Kendatipun pengetahuan ketasawufan itu pada dasarnya bersifat refetatif, namun dapat dipelajari melalui tahapan-tahapan tertentu yang disebut al-maqamat. Apakah tujuannya hanya sekedar ingin mendekatkan diri kepada Allah , ataukah tujuan ma’rifah dan mahabbah, ataukah sampai pada ittihad, setiap orang harus melalui tahapan-tahapan tadi. Penamaan jenjang-jenjang itu adalah karena sifatnya yang mapan atau langgeng. Artinya seorang salik harus mapan lebih dahulu pada satu tingkat, baru ia boleh beralih ketingkat berikutnya, kondisi kejiwaan pada saat peralihan itu disebut al-hal.
       
B.    MAQAMAT  DAN AHWAL

1.    Pengertian dan pembagian Maqamat.
Secara harfiah maqamat berasal dari bahasa arab yang berarti tempat orang berdiri atau pangkal mulia.  Istilah ini selanjutnya digunakan untuk arti sebagai jalan panjang yang harus ditempuh oleh seorang sufi untuk berada dekat dengan Allah.  Dalam bahasa Inggris maqamat dikenal dengan istilah stages yang berarti tangga.

Ingin  makalah ini silahkan klik di SINI
 
Kata Kunci Blog ini = Kumpulan Tesis dan makalah, Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri

0 komentar:

Poskan Komentar