Jumat, 13 Juli 2012

0 Makalah Islam Rasional Untuk Kebangkitan Islam (Analisa Terhadap Pemikiran dan Usaha Pembaharuan Muhammad Abduh Amir Ali dan Harun Nasution)

Sinopsis Makalah Islam Rasional Untuk Kebangkitan Islam (Analisa Terhadap Pemikiran dan Usaha Pembaharuan Muhammad Abduh Amir Ali dan Harun Nasution)

Islam Rasional Untuk Kebangkitan Islam (Analisa Terhadap Pemikiran dan Usaha Pembaharuan Muhammad Abduh Amir Ali dan Harun Nasution)

A. Pendahuluan.
Dalam sejarah perkembangan pemikiran Islam, terdapat suatu masa di mana pemikiran Islam mengalami kemandegan dan kejumudan. Ada beberapa faktor yang melatari kejumudan atau kestatisan berpikir tersebut.  Salah satu faktornya adalah tercapainya titik jemu terhadap filsafat yang dianggap membawa pemikiran kepada sekular. Kritik terhadap filsafat yang dilontarkan oleh al-Ghazali terhadap tiga masalah metafisika filsafat , nantinya membawa dampak yang signifikan terhadap kestatisan tersebut.
Sedangkan dampak dari kejumudan berfikir tersebut adalah mundurnya Islam, terjadinya penjajahan atas negara-negara muslim, terperangkapnya muslim dalam doktrin ukhrawi dan sebagainya.
Dari kenyataan di atas, timbullah usaha-usaha untuk kembali membangkitkan Islam, menyadarkan muslim dari doktrin yang membutakan mereka dari urusan duniawi. Usaha kebangkitan tersebut bermuara pada rasionalitas pemikiran dan ajaran Islam, hingga disebut Islam Rasional.  Pemikiran pembaharuan ini muncul dari berbagai belahan dunia, Mesir, India, Pakista, Turki, Iran, Indonesia dan sebagainya.
Makalah ini akan mencoba menguraikan tentang pemikiran pembaharuan tersebut dikhususkan kepada pemikiran Abduh, Harun dan Ami Ali.

B. Ide Pembaharuan Harun Nasution: Makna Pembangunan Islam
Islam sebagai agama Allah yang mutlak benar dengan mudah sepakat orang menyetujuinya. Tetapi setelah Islam menjadi agama yang dianut masyarakat Islam sepanjang sejarah, tidaklah mudah menjawab pertanyaan tentang apa saja ajaran Islam tersebut. Ada yang berpendapat ajaran Islam itu hanya yang tertera dalam kitab suci dan hadis nabi, sehingga Islam adalah bersifat normatif. Ada pula yang berpendapat selain Islam yang bersifat normatif itu, Islam juga bersipat historis, atau menurut Harun Nasution, Islam yang dilaksanakan oleh umatnya sepanjang sejarah dalam kehidupan mereka.
Menurut Harun Nasution, dalam Alquran hanya ada sedikit ayat yang pengertiannya bersifat qath'i (pasti), dan banyak sekali yang bersipat dzanni (dugaan). Pengertian qath'i dan dzanni yang berasal dari kalangan ulama fikih ini digunakan Harun Nasution untuk semua masalah agama dalam Islam. Sehingga dia beranggapan bahwa lapangan ajaran Islam yang berasal dari dzanni al-dilalah, sangat banyak. Pengertian dzanni (dugaan atau tidak pasti) jelas bisa berubah sesuai kemampuan orang dalam memformulasikannya, dan tetap dianggap benar selama tidak bertentangan dengan bagian yang bersifat qath'i (pasti).

Ingin  makalah ini silahkan klik di SINI
 
Kata Kunci Blog ini = Kumpulan Tesis dan makalah, Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri

0 komentar:

Poskan Komentar